Rabu, 20 November 2019


Mau Sedot Lemak? Ketahui Dulu 5 Fakta Ini

Memiliki bentuk tubuh yang proporsional menjadi idaman bagi para wanita. Pipi yang tirus, paha yang kecil, pinggang yang ramping, dan masih banyak lagi. Untuk bisa mendapatkan body goals tersebut, tak sedikit yang melakukan berbagai upaya seperti berolahraga, tidur yang cukup, makan-makanan yang seimbang, bahkan hingga melakukan perawatan tubuh di klinik-klinik kecantikan seperti melakukan Ultherapy Jakarta.

Perawatan tubuh umumnya dilakukan oleh mereka yang memiliki kelebihan berat badan. Tubuh yang gemuk secara langsung bisa membuat seseorang tidak tampil percaya diri saat tampil di depan umum. Lebih parahnya, hal tersebut bisa menyebabkan body shaming yang tentu saja akan berdampak buruk  bagi psikologis seseorang. Dengan begitu, berat badan yang tidak proporsional seringkali menjadi masalah yang cukup serius bagi sebagian orang.

Fakta Tentang Sedot Lemak

Untuk mendapatkan hasil yang instan, banyak wanita yang melakukan sedot lemak di beberapa bagian tubuhnya. Hal ini tentu saja dilakukan menggunakan alat-alat khusus yang umumnya tidak membahayakan. Namun, sebelum kamu memutuskan untuk melakukan sedot lemak demi mendapatkan tubuh impian, sebaiknya kenali lima faktanya terlebih dahulu berikut ini.

1. Sedot lemak tidak diperuntukkan untuk orang gendut obesitas

Sedot lemak merupakan salah satu prosedur medis yang bertujuan untuk menghilangkan lemak. Prosedur ini tentu saja bukan bentuk pengobatan atau penurunan berat badan bagi penderita obesitas. Operasi yang satu ini bertujuan untuk membasmi timbunan lemak yang tidak bisa dihilangkan dengan cara olahraga dan diet. Umumnya, lemak yang membandel tersebut diakibatkan oleh pola hidup tidak sehat.

2. Operasi sedot lemak dilakukan oleh dokter kulit dan bedah plastik

Jika sedot lemak dilakukan selain oleh dokter kulit dan bedah plastik, kamu harus berhati-hati. Dokter bedah plastik bertugas untuk rekonstruksi tubuh dan beda estetika pada bagian tubuh yang akan diambil lemaknya. Sedangkan dokter kulit bertugas untuk pemulihan bentuk dan hasil kulit setelah proses operasi sedot lemak.

3. Menggunakan Teknologi Laser dan Ultrasonik

Teknologi laser dan ultrasonic merupakan cara terbaik dalam melakukan proses operasi sedot lemak. Kedua alat ini bekerja dengan cara mencairkan lemak dan membuatnya lebih mudah untuk dihilangkan atau diserap. Menariknya, teknik operasi yang satu ini dapat mengurangi bengkak dan memar serta mempercepat pemulihan pasca operasi.

4. Memerlukan waktu yang cukup lama untuk melihat hasilnya

Setelah melakukan operasi sedot lemak, kamu tidak akan melihat perubahannya secara instan. Kamu akan dipakaikan perban elastis dan pakaian khusus yang melapisi seluruh badan untuk mengurangi pembekakan yang umumnya terjadi selama berminggu-minggu. Selain itu, kamu juga diharuskan untuk melakukan diet ketat agar hasilnya menjadi lebih maksimal.

5. Resiko sedot lemak

Sedot lemak tentu saja memiliki resiko untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Resiko terbesar yang sewaktu-waktu bisa terjadi, yaitu adanya pembekuan darah atau gumpalan lemak yang bergerak melalui sirkulasi darah menuju otak atau paru-paru. Kemungkinan lainnya yang terjadi adalah adanya infeksi, memar, pendarahan, mati rasa, dan perubahan warna kulit pada bagian kulit yang disedot lemaknya.

Itulah lima fakta sedot lemak yang wajib kamu ketahui. Jika terlalu takut untuk melakukan sedot lemak, kamu bisa melakukan perawatan Coolsculpting. Coolsculpting merupakan prosedur penghilangan lemak tanpa operasi dengan resiko infeksi yang sangat kecil. Prosedur ini mampu menghilangkan lemak membandel dalam hitungan menit saja.

Jika berminat, kamu bisa melakukan prosedur Coolsculpting Jakarta di Blink Beauty dengan pelayanan dan hasil yang sudah terjamin kualitasnya. Ada perawatan Ultherapy Jakarta juga, lho!

Blongnya Okamo . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates