Rabu, 07 Oktober 2020

Prosedur Pengiriman Barang

Saat ini, melakukan pengiriman barang ke luar negeri tidak terlalu sulit seperti dulu, yang mana kita harus mengetahui terlebih dahulu prosedur pengiriman sebelum mengirim barang dan pengurusan surat perijinan yang sangat sulit. Ketika seorang ingin melakukan pengiriman menggunakan jasa ekspor maka harus mengatur sejumlah peraturan dan prosedur mulai dari packing hingga shipping. Berikut simak penjelasannya.

Apa Saja Prosedur Mengirim Barang ke Luar Negeri?

1. Commercial Invoice

Commercial invoice adalah dokumen pertama yang dibutuhkan dalam pengiriman barang antar negara. Seluruh detail produk dan pengiriman dituliskan di dalam dokumen tersebut lengkap dengan harga yang harus dibayarkan. Selain untuk dikirimkan kepada importir, pihak eksportir juga menggunakan commercial invoice sebagai tanda penjualan yang dilampirkan di dalam buku laporan keuangan mereka.

Apabila anda mengalami kesulitan dalam membuat invoice, maka anda bisa menggunakan software invoice dan akunting Paper.id. Dengan software  tersebut, anda tidak perlu lagi membuatnya secara manual namun anda hanya tinggal memasukkan semua detail produk dan harga barangnya saja. Software tersebut akan sangat membantu anda dalam pembuatan invoice.

2. Metode Pengiriman Barang 

Sebagai seorang penyedia jasa ekspor dan impor maka sebelum melakukan pengiriman barang ke luar negeri disarankan untuk mengetahui metode-metode dalam pengiriman. Biasanya pengiriman dilakukan melalui jalur laut, udara dan darat. Saat ini, sudah banyak sekali ekspedisi yang menyediakan jasa impor dan  ekspor barang ke luar negeri. Setiap kargo memiliki cara yang berbeda dalam menghitung  ongkos pengiriman, seperti destinasi tujuan dan berat barang.

3. Bill Of Lading Dan Airway Bill

Bill of lading adalah dokumen pengangkutan barang yang dikeluarkan oleh pihak ketiga yaitu ekspedisi kepada penyedia jasa ekspor ketika mereka telah memuat barang di dalam kapal. Singkatnya, isi dari dokumen bill of lading ini adalah detail lengkap mengenai transaksi pihak eksportir dan importir sekaligus juga produk yang diperjual belikan.

Jika bill of lading adalah dokumen yang dibuat untuk memuat barang menggunakan kapal laut, airway bill adalah dokumen yang dikeluarkan apabila barang dimuat menggunakan jasa pesawat atau yang biasa dikenal dengan sebutan jalur udara. Sama halnya seperti bill of lading, airway bill juga dikeluarkan oleh pihak penyedia jasa ekspedisi seperti JNE, J&T, TIKI dan yang lainnya. Penggunaan jasa ekspedisi udara memang lebih cepat namun biayanya lebih mahal.

4. Certificate Of Origin

Certificate of origin atau yang biasa dikenal dengan COO (surat keterangan asal). Dokumen ini dibutuhkan untuk memberikan penjelasan mengenai negara asal sebuah produk dan akan dikirim kemana produk tersebut. Di dalam dokumen ini tertulis juga ketentuan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak baik dari penyedia jasa kirim luar negeri atau dari pengirim barang.

5. Izin Usaha

Semua jenis bisnis memerlukan izin usaha (IU) terlebih lagi jika anda telah memiliki pegawai. IU dikeluarkan sebagai bagian dari aturan legalitas dari pihak pemerintah kepada semua pelaku usaha di Indonesia agar bisa diawasi dengan baik. Cara mengurus izin usaha sangat mudah yaitu hanya mengajukan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Dengan adanya izin maka anda bisa melakukan transaksi secara sah dengan pihak manapun di dalam negeri. Itulah beberapa prosedur pengiriman barang ke luar negeri yang perlu anda tahu sebelum melakukan pengiriman barang. Disarankan untuk anda agar memilih jasa ekspedisi yang tepat dan biaya yang anda keluarkan sudah include semuanya sehingga  anda tidak mengeluarkan uang lagi untuk biaya lain-lain.

 

Blongnya Okamo . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates